Saguling adalah sebuah danau buatan yang terletak di Jawa Barat, Indonesia. Danau ini dibangun pada tahun 1983 sebagai bagian dari proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Saguling yang bertujuan untuk menyediakan energi listrik bagi masyarakat sekitar. Sejak dibangun, Danau Saguling telah menjadi salah satu objek Danau Wisata popular di Jawa Barat karena keindahan alamnya yang menakjubkan. Namun, selain keindahannya, Danau Saguling juga memiliki berbagai masalah lingkungan yang mempengaruhi ekosistemnya. Dampak dari pembangunan danau ini termasuk perubahan tata guna lahan, kerusakan hutan, serta perubahan ekosistem air danau. Masalah ini mempengaruhi keseimbangan ekosistem di sekitar Danau Saguling, dan dapat berdampak negatif pada kehidupan masyarakat yang bergantung pada sumber daya alam danau.
Berdasarkan Citra satelit dari tahun 2013 sampai 2021, tidak terdapat perubahan yang signifikan terkait perubahan tutupan lahan danau dan perubahan bangunan di sekitarnya. Namun dengan pergantian tahun ke tahun terdapat perubahan vegetasi pada danau Saguling dan sekitarnya seperti pada Danau Saguling sendiri di Koordinat 6.95° LS – 107.3° BT, di Waduk Citara pada koordinat 6.75° LS – 107.45° BT dan aliran sungai menuju Pelabuhan Garumpit pada koordinat 6.67° LS – 107.43°.
Perubahan Vegetasi tersebut diakibatkan oleh beberapa faktor antara lain yakni : Perubahan iklim yang dapat mempengaruhi kelembapan, suhu dan pola curah hujan sehingga mempengaruhi pertumbuhan dan distribusi vegetasi di daerah tersebut. Kemudian yang mempengaruhi perubahan vegetasi lainnya adalah Aktivasi Manusia seperti penebangan hutan dikarenakan saat ini Danau Saguling menjadi salah satu objek Danau Wisata popular di Jawa Barat, Terjadinya Kebakaran, Kerusakan Lingkungan dan Aktivitas Geologi seperti letusan gunung Tangkupan Perahu pada tahun 2013 menyebabkan terjadinya letusan freatik yang mengeluarkan material vulkanik seperti abu dan batu yang mengakibatkan perubahan vegetasi secara drastis.
Waduk Mrica (Waduk Panglima Besar Jenderal Soedirman) Waduk Mrica , yang secara terbentuk oleh keberadaan Bendungan Panglima Besar Jenderal Soedirman , adalah salah satu infrastruktur strategis nasional yang terletak di Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah . Waduk ini di supply oleh aliran Sungai Serayu , salah satu sungai besar di Jawa Tengah. 🔹 Nama Resmi Waduk mrica memiliki nama resmi waduk "Panglima Besar Jenderal Soedirman" untuk mengenang jasa Jenderal Soedirman , tokoh militer nasional Indonesia yang lahir di Purbalingga, tidak jauh dari lokasi waduk ini. Penamaan ini juga merupakan bentuk penghormatan terhadap perjuangan beliau dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. 🔹 PLTA Mrica Merupakan salah satu PLTA terbesar di Pulau Jawa. Menggunakan aliran Sungai Serayu untuk menghasilkan listrik. 🔹 Fungsi dan Manfaat A. Irigasi Menyokong sistem irigasi di kawasan Daerah Irigasi (DI) Serayu , yang melayani ribuan hekt...
testing comment...
BalasHapusSaguling adalah sebuah danau buatan yang terletak di Jawa Barat, Indonesia. Danau ini dibangun pada tahun 1983 sebagai bagian dari proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Saguling yang bertujuan untuk menyediakan energi listrik bagi masyarakat sekitar. Sejak dibangun, Danau Saguling telah menjadi salah satu objek Danau Wisata popular di Jawa Barat karena keindahan alamnya yang menakjubkan. Namun, selain keindahannya, Danau Saguling juga memiliki berbagai masalah lingkungan yang mempengaruhi ekosistemnya. Dampak dari pembangunan danau ini termasuk perubahan tata guna lahan, kerusakan hutan, serta perubahan ekosistem air danau. Masalah ini mempengaruhi keseimbangan ekosistem di sekitar Danau Saguling, dan dapat berdampak negatif pada kehidupan masyarakat yang bergantung pada sumber daya alam danau.
BalasHapusBerdasarkan Citra satelit dari tahun 2013 sampai 2021, tidak terdapat perubahan yang signifikan terkait perubahan tutupan lahan danau dan perubahan bangunan di sekitarnya. Namun dengan pergantian tahun ke tahun terdapat perubahan vegetasi pada danau Saguling dan sekitarnya seperti pada Danau Saguling sendiri di Koordinat 6.95° LS – 107.3° BT, di Waduk Citara pada koordinat 6.75° LS – 107.45° BT dan aliran sungai menuju Pelabuhan Garumpit pada koordinat 6.67° LS – 107.43°.
Perubahan Vegetasi tersebut diakibatkan oleh beberapa faktor antara lain yakni : Perubahan iklim yang dapat mempengaruhi kelembapan, suhu dan pola curah hujan sehingga mempengaruhi pertumbuhan dan distribusi vegetasi di daerah tersebut. Kemudian yang mempengaruhi perubahan vegetasi lainnya adalah Aktivasi Manusia seperti penebangan hutan dikarenakan saat ini Danau Saguling menjadi salah satu objek Danau Wisata popular di Jawa Barat, Terjadinya Kebakaran, Kerusakan Lingkungan dan Aktivitas Geologi seperti letusan gunung Tangkupan Perahu pada tahun 2013 menyebabkan terjadinya letusan freatik yang mengeluarkan material vulkanik seperti abu dan batu yang mengakibatkan perubahan vegetasi secara drastis.
Mantap pak Umam, terimaksih atas komen nya.
BalasHapus